Kamu pasti setuju musikalitas The Clash tidak perlu diragukan lagi. Belasan hits single andalan yang melegenda seperti “London Calling”, “Rock The Casbah” dan “Lost In The Supermarket” adalah bukti nyata dari kepiawaian band punk rock asal London itu. Dengan dentum musik punk rock yang khas, The Clash menembus pasar musik dunia pada 1976 dan menjadi bagian gelombang British Punk Music. Tapi, ada hal lain yang tak kalah menariknya dari The Clash adalah their fashion style!

Seperti musik punk rock khas The Clash yang terpengaruh beberapa aliran musik lain seperti ska, dub, rockabilly hingga reggae, gaya berbusana para personelnya pun tak kalah kaya akan berbagai pengaruh mode.

Di awal eksistensinya, gaya The Clash sangat kental akan pengaruh Mod Style yang cenderung rapi lengkap dengan long coat dan setelan jas. Warna busana dengan dominasi hitam dan putih dengan cepat menjadi signature fashion style band yang dimotori Joe Strummer, Mick Jones dan Paul Simonon tersebut. Terlihat modis dan terkesan rapi dalam gaya Mod Style, The Clash melepas jubah “Mods” dan memutar arah serta kembali pada Punk Rock. Setelan jas dan long coat berganti jaket kulit, celana berpotongan super skinny yang sesekali berbahan kulit mengkilat, suspender, sepatu boots bersol tebal dan sedikit aksesoris berbahan metal. Pada periode ini sang bassist, Paul Simonon mengatakan bahwa band-nya tengah bergaya “Punk-Rockers”.

Mengurangi aksen busana dan aksesoris yang lekat akan kesan punk, pada konser tur di Amerika, The Clash lebih banyak mengenakan T-shirt bergaya tahun 50an yang dipotong bagian lengannya. Untuk yang satu ini, pada satu sesi wawancara dengan gq-magazine.co.ukPaul Simonon mengungkapkan The Clash tengah mengubah gaya dari “Punk-Rockers” menjadi “Rockers”. Interesting!



Selain terpengaruh gaya berdasarkan aliran musik, fashion style personel The Clash khususnya Paul Simonon mempunyai pengaruh gaya yang biasa ia jumpai di kota tempat ia dibesarkan, Brixton. Bagi Paul Simonon, gaya berpakaian masyarakat Brixton yang selalu terlihat modis sangat mempengaruhinya dalam menentukan gaya berbusana. Sementara dalam berbelanja, Portobello Market di London dengan segala fashion itemnya yang “ajaib” menjadi surga bagi para personel The Clash dalam berburu cool stuff.

Meski cenderung tidak statis pada satu acuan fashion style dan gemar memasukan berbagai pengaruh fashion yang berbeda, sepanjang era 80an, tak bisa dipungkiri jika The Clash menjadi salah satu The Most Iconic British Band for their stunning style.



*dari berbagai sumber, diedit oleh Lee Cooper Indonesia.