Selama dua periode berturut-turut Lee Cooper Dry Denim Challenge digelar sejak tahun 2010 hingga 2012. Seluruh challenger telah memberikan usaha terbaik mereka. Dengan minimum enam bulan pemakaian tanpa dicuci di setiap aktivitas para challenger, berikut beberapa cerita menarik dari mereka.

Dry Denim ini milik seorang mahasiswa bernama Asad Chalik. Ia mengenakannya selama 10 bulan dengan frekuensi sekali pencucian dan sekali perendaman. Asad berhasil membuat cetakan plat di bagian kantong belakang dan efek wrinkle yang sempurna pada bagian sekitar dengkul dan belakang celana.

Visual artis, Pandu Kharisma menghasilkan efek wrinkle tersendiri dalam Dry Denim-nya. Pandu membentuk Dry Denim ini selama 9 bulan dan tantangan terberat baginya adalah menahan bau yang muncul karena celana tidak dicuci. Dry Denim Pandu sempat bau karena beberapa kehujanan dan tidak langsung dijemur. Untuk menghindari bau, ia pun merendam Dry Denim selama 10 menit sepanjang 9 bulan pemakaian.

Billy Admiraldy membuat cetakan lingkaran dan efek destroyed di kedua saku belakang celana. Di bagian coin pocket pun ada cetakan lingkaran kecil yang berhasil diabadikan mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan kampus tersebut. Celana kesayangan Billy ini sempat ketumpahan saus. Billy panic dan langsung mencucinya. Untuk mendapatkan hasil seperti dalam gambar, Billy mencuci celana sebanyak dua kali dan sekali perendaman.

Nanang Yuswanto adalah peraih juara pertama alias The Denim Head untuk Dry Denim Challenge 2012. Gitaris band Alexandria ini sebelumnya juga telah meraih predikat Country Winner. Nanang mengenakan Dry Denim ini selama 10 bulan dengan dua kali perendaman dan pencucian. Hampir setiap hari celana ini menemani aktivitasnya. Termasuk dalam bekerja, bermusik ataupun kegiatan outdoor. Efek wrinkle dan destroyed terlihat jelas dalam celananya. Ia juga membuat cetakan koin serta kancing dompet di kedua saku belakang celana.

Sahhara Galuh menjadi salah satu finalis yang mencalonkan jaket sebagai jawara Dry Denim Challenge. Apa yang dilakukan Galuh untuk menciptakan jiplakan tersendiri lewat jaketnya sudah cukup maksimal. Sayangnya ia terlalu sering mencuci jaketnya selama masa penggunaan 10 bulan. Sehingga efek yang dihasilkan tidak setara dengan masa pemakaian.

Nah, demikian beberapa kisah dari para challenger Lee Cooper Dry Denim Challenge. Tertantang untuk menciptakan cetakan Dry Denim kamu sendiri?