Seakan memiliki mesin waktu, Lee Cooper menggali inspirasi untuk koleksi Autumn/Winter 2015 dari tahun 1970, dimana di kota Inggris sedang terjadi transisi budaya dari skinhead menuju suedehead. Salah satu produk yang ikonik dalam koleksi ini adalah Pearl Repair dan Harry Repair yang kaya akan keunikan teknik tambal sulam.

Disebut repair denim bukanlah tanpa alasan. Suedehead adalah hasil transisi dari budaya yang punk dan skinhead, menjadi budaya yang lebih formal. Think about shirts and parkas as top, and repair denim as bottom. Denim destroyed pada masa skinhead, kini hadir lagi dalam bentuk yang sudah ditambal atau diperbaiki. Teknik ini menghasilkan istilah the boro look, dimana denim-denim dengan used and destroyed detail dijahit ulang sehingga memberi kesan ‘repaired’.  

 

Kesan industrial kental terlihat pada Harry Repair denim dimana detail-detail dijahit ulang terpampang nyata di bagian paha dan di sekitar kantong. Dengan aksen washed, pilihan warna dark repair dan mid repair kian memberi statement bagi tampilan Anda. Lengkapi boro look Anda dengan formula blue-on-blue yang ada di koleksi ini. Anda bisa kenakan slim fit shirt Libertine atau loose fit shirt Yoper untuk memberi kesan double denim. Tetapi jika Anda berani tampil beda, tambahkan slim fit denim jacket Reid untuk menghasilkan gaya triple denim!

Para wanita juga akan menjerit antusias dengan kehadiran Pearl Repair. Setelah melegenda dengan fiiting skinny-nya yang stretch dan nyaman, Pearl kini hadir dengan detail destroy-repair yang siap menyulap tampilan Anda menjadi semakin standout dan edgy. Boots could be Pearl Repair’s bestfriend, and Ally shirt could be its plus one! Anda bisa kenakan jeans ini kemana pun aktifitas membawa Anda, mulai dari city duties hingga traveling.

 

Baik Harry dan Pearl Repair denim memiliki pilihan warna indigo yang menggunakan teknik celup tangan sehingga warnanya sangat khas dan kekinian untuk tampilan yang fresh dan stylish.