Education, The Makers and Change

"Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to the people who prepare for it today."

Malcolm X.

LC Friends, hari ini tepat tanggal 2 Mei, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Sesuai dengan quote diatas maka hari ini kita akan mencoba membahas apa sih arti edukasi, bagaimana pentingnya pendidikan dan bagaimana kaitannya dalam sudut pandang Lee Cooper.

Pendidikan memang sebuah hal yang sangat penting bagi umat manusia dalam hidupnya. Tanpa pendidikan, dapat dipastikan tidak akan ada yang namanya peradaban manusia dengan segala perkembangannya. Namun apakah saat ini pendidikan memang telah menjadi prioritas semua orang dalam hidupnya? Jawabannya memang agak ironis karena faktanya, pendidikan belum menjadi aset primer yang dimiliki setiap orang dalam hidupnya.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yang pertama adalah dari subjeknya sendiri yang tak memperhatikan pentingnya pendidikan dalam hidup mereka, banyak waktu yang terbuang percuma tanpa memikirkan edukasi; akibatnya, banyak yang mindset-nya jalan ditempat atau bahkan bisa dikatakan mundur seiring kemajuan lingkungannya. Belum lagi efek lain seperti kemiskinan, pangangguran hingga hal-hal buruk lainnya sebagai turunan yang nyata dari tak pedulinya seseorang pada pendidikan.

Kedua, penyebab mengapa pendidikan belum menjadi prioritas adalah keterbatasan akses manusia terhadap pendidikan itu sendiri. Sangat banyak remaja di dunia, khususnya di Indonesia yang masih mengalami diskriminasi akan pendidikan. Mulai dari biaya yang sangat tinggi, keterbatasan informasi hingga ketidakmampuan dalam memperoleh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Hal tersebut tentu sangat mengherankan karena pemerintah sebagai penyelenggara negara berkewajiban untuk memberikan akses tersebut. Hal ini tak lepas dari pendidikan yang telah ditetapkan sebagai bagian konvenen hak-hak ekonomi sosial budaya yang bersifat universal dan berhak dimilki oleh setiap orang di belahan bumi manapun.

Lantas apa yang menjadi masalah? Kenapa hingga saat ini masih banyak anak-anak yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan? Salah satu faktor yang tak asing lagi adalah korupsi di berbagai sistem pendidikan Indonesia. Anggaran 20% untuk pendidikan jika diterapkan secara real semestinya membawa dampak besar bagi sistem pendidikan di Indonesia namun praktek korupsi malah membuatnya tak berarti. Begitu juga dengan sistem pendidikan yang masih sangat “galau." Hampir setiap lima tahun ada kurikulum baru yang malah membingungkan, ada juga sistem yang bekerja sangat lambat, contoh terbaru adalah lalainya pelaksanaan Ujian Nasional 2013 yang membuat sebelas provinsi harus diundur pelaksanannya.

Education, The Makers and Change

Nah, dari penjelasan diatas Lee Cooper sebenarnya ingin mengajak kita semua buat benar-benar memperhatikan yang namanya pendidikan. Gak usah masuk ke pembahasan yang lebih kompleks tetapi intinya adalah kita tahu arti pendidikan namun sekaligus juga tahu ada masalah-masalah besar dalam pendidikan itu sendiri.

Apa yang bisa kita perbuat? Sangat sederhana sebetulnya, sambil mengawasi dan menunggu sistem yang lebih baik, kita semua, terutama young generation of this nation harus proaktif juga. Campaign tentang The Makers sebenarnya adalah contoh nyata bahwa masih banyak anak-anak muda Indonesia di luar sana yang memilki mindset untuk terus lebih baik, berbeda, sekaligus juga sangat inspiratif bagi lingkungannya. Bahkan profil para the makers tersebut tak lepas dari yang namanya pendidikan.

Mindset sebenarnya adalah kata kunci dari pendidikan. Pendidikan bukan semata bagaimana sekolah, kuliah, dapat nilai bagus dan bekerja di perusahaan idaman namun yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan mampu menciptakan pola pikir yang kaya dan mampu menciptakan perbedaan. Itulah poin utama yang bisa kita lihat dari The Makers Campaign, sosok-sosok dimana kita belajar buat mengembangkan kreasi, pola pikir yang kaya sehingga membuat ide-ide yang berbeda dan juga berguna bagi orang lain.

So, dengan tema No Mayday In May, Lee cooper sangat senang jika bisa menyalurkan semangat tentang pentingnya pendidikan bagi kita semua terutama para generasi muda. Kembali lagi pada penjelasan di awal dengan pendidikan maka kita sebenarnya sedang merintis tiket untuk masa depan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas. Sekali lagi, selamat Hari Pendidikan Nasional and stay tune for our next story about No Mayday in May. Ciao!