Menekuni dunia ilustrasi sejak tahun 2008 silam, nama Ykha Amelz sering kali jadi topik pembicaraan diantara penggelut dan pemerhati dunia ilustrasi Indonesia. Karya ilustrasinya yang ekspresif dan selalu penuh kejutan mengantarkan perempuan kelahiran Jakarta, 12 Mei 1982 ini sebagai salah satu illustrator paling diperhitungkan di Indonesia. Tidak heran bila laman-laman majalah mode terkemuka, campaign brand ternama, hotel-hotel konseptual hingga project buku cerita anak kerap diwarnai oleh karya ilustrasi milik Ykha.

Menariknya, perempuan bernama lengkap Ykha KHadija Amelz juga dikenal sebagai salah satu vokalis grup band beraliran rock/post-punk C.U.T.S, suatu hal yang sangat bertolak belakang denganu00a0 karya ilustrasinya yang sering menampilkan gambar-gambar yang terasa u201cmanisu201d. Dengan pribadinya yang hangat, ramah dan mudah sekali tertawa, Ykha segera jadi teman bercerita yang seru. Dan kali ini ia menceritakan tentang pilihan hidup, ilustrasi, musik, nostalgia jeans pertama hingga keterlibatannya dengan Campaign The Makers dalam satu waktu. Sangat menarik dan menyenangkan.

u00a0

Ykha dan Eksperimen Ilustrasi

Ykha tidak pernah mengulang gambar, ia juga selalu lupa bagaimana teknik ilustrasi digital yang ia gunakan sampai menghasilkan suatu karya yang unik dan artistik. Sangat menggelitik dan membuat dahi mengernyit, tetapi itulah yang dikatakan Ykha saat membuka cerita. Ia berkisah bahwa semua ilustrasi yang dihasilkannya berawal dari teknik menggambar manual menggunakan pensil dan kertas, setelahnya ia baru membubuhinya dengan teknik pewarnaan digital yang ia pelajari secara otodidak.
u201cAku suka bingung kalau ada yang nanya, u2018Kak, ini gimana ya caranya bisa seperti ini? Brush nya pakai apa? Ajarin dongu2019. Aku bingung kalau ada yang bertanya seperti itu karena sebenarnya aku asal hahahaaau201d, tutur Ykha dengan diiringi derai tawa yang khas.


Bukan tanpa alasan mengapa Ykha tidak mengingat teknik menggambar digital yang ia gunakan. Lebih terbiasa menggambar manual dengan pensil dan kertas serta aplikasi ilustrasi digital yang ia pelajari secara otodidak dari nol adalah alasannya. Ykha mengerti dan tahu benar cara menggunakan aplikasi ilustrasi digital dengan caranya sendiri, cara yang selalu membuatnya bingung ketika harus menjelaskan pada orang lain. Bagi Ykha, karyanya adalah sebuah eksperimen seni yang selalu hadir berbeda antara satu sama lain. Ia sangat menikmati eksperimennya tanpa mengingat detil teknik yang pernah digunakan.

Kebiasaan bereksperimen dan membebaskan kreativitas dalam berkarya telah dilakukan Ykha sejak pertama kali jatuh cinta dengan dunia ilustrasi saat kanak-kanak dulu. Masih hangat dalam ingatannya saat Sang Ayah yang bekerja di salah satu penerbitan selalu pulang ke rumah dengan membawa bundel kertas sisa di tempatnya bekerja. Di atas kertas-kertas putih tak terpakai itu Ykha memulai eksperimennya membuat berbagai bentuk ilustrasi. Dengan mata berbinar-binar Ykha bercerita,
u201cAwalnya aku gambar benang kusut, benang kusutnya lalu aku pakein mata. Rasanya menyenangkan bisa membuat satu bentuk baru yang berbeda. Menggambar bagi aku adalah medium untuk bereskpresiu201d.

u00a0

Ykha dan Memori Ilustrasi

Setiap ilustrasi mempunyai memori tersendiri. Setiap kali mengingat dan melihat kembali karya ilustrasi yang pernah ia hasilkan, Ykha selalu teringat akan satu atau banyak hal yang terjadi saat pengerjaan atau setelah pengerjaan ilustrasi tersebut. Ekspresi menyenangkan keluarga besarnya, orang-orang dengan kesan mendalam yang pernah ia temui, sampai memori pertemuan pertamanya dengan sang suami, bisa diingatnya secara jelas ketika melihat beberapa karya ilustrasi yang pernah ia ciptakan.

u201cAku bertemu suamiku saat aku membuat ilustrasi untuk furniture sebuah hotel di Bandung. Hotel itu punya konsep yang berbeda untuk setiap kamarnya. Aku kebagian kamar dengan konsep fantasy land yang di dindingnya penuh dengan gambar ice cream warna-warni, lantainya seperti messes-messes berserakan dan furniture yang aku gambar punya motif awan-awan super warna warni. Dia (suami Ykha) bantuin aku melukis bagian memblok warna. Dari sana kita kenal, pacaran dan akhirnya menikahu201d, kenang pengagum Dr. Seuss ini.

u00a0

Perjalanannya dalam dunia ilustrasi juga membawanya pada banyak pengalaman baru yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Salah satu pengalaman baru yang tidak pernah dibayangkan Ykha adalah saat ia diminta oleh majalah mode terkemuka sekelas Harpers Bazaar Indonesia dan ELLE Indonesia untuk mengerjakan ilustrasi pada laman fashion spread-nya. Ykha yang tidak terlalu mengikuti perkembangan fashion mau tak mau harus mempelajari banyak hal baru, termasuk refrensi fashion ilustrasi yang diberikan padanya.


u201cSaat mengerjakan ilustrasi fashion aku belajar banyak istilah baru dan banyak dapat refrensi baru yang diberikan pihak majalah fashion-nyau201d, u201cRefrensinya itu seperti Pucci ya, seperti Alexander Wang. Oh ini bajunya dibuat lebih couture, lebih high fashion, lalu pose nya tolong diperbaikiu201d, sambung Ykha menirukan ucapan fashion editor senior Harpers Bazaar Indonesia.

u00a0

Walaupun sempat merasa asing dengan istilah-istilah baru yang dikenalnya saat mengerjakan ilustrasi fashion, Ykha mengungkapkan bahwa ia sangat menikmatinya, u201cAku menikmati proses belajar saat mengerjakan ilustrasi fashion karena itu menjadi nilai tambah yang positif bagi karya-karya aku kedepannyau201d.

u00a0

Ykha dan Persiapan Karya

Menjalani aktivitas ganda sebagai illustrator, vokalis sebuah band rock sekaligus seorang istri, mengharuskan Ykha menjadi seorang yang lihai membagi-bagi waktu 24 jam dalam sehari yang ia miliki. Meski demikian, tak jarang ia sering kelimpungan mengatur waktu saat mengerjakan beberapa project sekaligus.

u201cSaat ini aku sedang mengerjakan tujuh project ilustrasi berbeda. Ilustrasi untuk hotel yang setiap lantai punya konsep berbeda, ilustrasi buku anak-anak, ilustrasi beauty book salah satu perusahaan kosmetik dan ilustrasi yang dipesan secara personal untuk pre-wedding atau foto lukisan keluargau201d, Ykha mengambil jeda sebentar, sebelum kembali melanjutkan ceritanya, u201cYang bikin pusing, kalau ada klien yang minta waktu pengerjaannya sangat cepat sementara aku tidak bisa jika diburu-buru karena hasilnya tidak akan maksimal. Kalau sudah seperti itu biasanya aku akan diskusi lagi masalah deadline-nya heheheu201d.

u00a0

Tidak hanya tujuh project yang menanti untuk diselesaikan, saat ini Ykha juga tengah melakukan persiapan besar menjelang pameran lukisan tunggal miliknya serta pameran ilustrasi yang dilakukan secara kolaborasi dengan illustrator Eko Bintang.u00a0 u201cAku sudah mulai banyak-banyakin melukis karena aku ingin mengejar pameran solo. Lalu baru-baru ini aku juga menang kompetisi yang hadiahnya itu mendapatkan sponsor untuk menggelar pameran bersama satu orang illustrator lagi, tapi lebih ke karya bebas, lebih ke lukisan dan ilustrasi manual. Rasanya sangat berbeda saat aku harus melatih kemampuan melukis aku karena aku paling fluence membuat ilustrasi menggunakan pensil dan kertas sementara sekarang aku melukis dengan medium cat dan kanvasu201d, pungkas Ykha.

u00a0

Ykha dan The Makers Campaign

u201cMy First Jeans was Lee Cooper Cutbray Jeans!u201d.

Kalimat itu begitu saja meluncur dari mulut Ykha sembari diiringi derai tawanya. Dengan penuh semangat Ykha menceritakan perkenalan pertamanya dengan Lee Cooper belasan tahun silam, saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ykha yang ketika itu menginjak masa-masa remaja sempat merengek dan memaksa kedua orangtuanya untuk membelikan celana jeans model cutbray koleksi terbaru Lee Cooper yang saat itu tengah menjadi tren. Sambil tertawa lepas mengenang masa lalu, Ykha bercerita, u201cAku juga nggak tau kenapa maksa-maksa beliinnya Lee Cooper,u00a0 tapi seingat aku karena jeans yang paling cocok sama aku, u2018jatuhnyau2019 enak dan pas ukuranya itu Lee Cooper hahahaaa. Akhirnya dibeliin sih, tapi bukan sama orangtua aku, tapi yang beliin Tante aku hahahaaa. Jadi aku tau Lee Cooper sejak aku SMP dan saat di approach Lee Cooper untuk menjadi bagian dari campaign The Makers aku jadi nostalgia deh hahahau201d.

u00a0

Illustrator lulusan Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan ini juga memiliki alasan lain mengapa ia tidak memerlukan waktu lama untuk menerima tawaran yang datang dari Lee Cooper Indonesia. Salah satunya adalah pandangan yang ia tangkap dari Campaign The Makers, u201cI want to always surprise myself with my work, setiap gambar yang aku buat harus membuat aku kaget sendiri dengan hasilnya, u2018Wah ternyata aku bisa menyelesaikan ini yau2019. Aku ingin selalu membuat sesuatu yang lebih dan aku lihatu00a0u00a0u00a0 u00a0Lee Cooper ingin membangun suatu value yang lebih juga dari profesi ini. Ilustrator nggak hanyaillustrator, musisi nggak hanya musisi. Itu yang aku lihat saat Lee Cooper memilih kata The Makers untuk campaign ini dan aku tertarik untuk menjadi bagian di dalamnyau201d.

u00a0

Selain itu, Ykha pun merasa memiliki kedekatan dengan Lee Cooper dalam segi style yang ia kenakan sehari-hari, u201cKoleksi womenu2019s wear Lee Cooper itu nggak terlalu girlie, masih ada sisi maskulinnya dan itu aku banget! Gaya aku sehari-hari memang lebih cuek dan kasual, aku juga lebih senang dibilang gagah, perempuan yang gagah hahahaaau201d. Sebelum menutup perbincangan dengan Lee Cooper, Ykha menambahkan, u201cAku juga suka principal dari Lee Cooper, u201cWe create not for group but for individualu201d. Itu aku suka banget. Aku jadi merasa pendekatan Lee Cooper sangat personal dan memiliki kedekatan emosional dengan akuu201d.