Pendidikan memiliki arti yang sangat dasar untuk seseorang yang bekerja di  industri  hiburan  atau  lebih  tepatnya  bagi  pekerja  seni.  Apalagi  di  negara Indonesia  yang  belum  memiliki  fasilitas  pendidikan  untuk  semua  ilmu  jurusan. Ketika  seseorang  sangat  ‘lapar’  akan  pendidikan  dan  tidak  mendapatkan  ruang belajar  apapun  untuk  menggali,  maka  secara  otomatis  mereka  akan  selalu mencari sumber ilmu tersebut. Hal itulah yang disebut pendidikan non-formal.   

 

Setiap  manusia  memiliki  kapasitas  dalam  berkarya  sejak  lahir,  ada  yang secara  genetika  sangat  besar  dan  ada  yang  sangat  kecil.  Motivasi  diri  bisa menjadi acuan dalam pencarian pendidikan, sisanya adalah extra kerja keras.    

 

Seperti  apakah  peranan  pendidikan  dalam  kehidupan  saya  pribadi? Seperti  udara  yang  selalu  diperlukan  paru-paru  untuk  bernafas  setiap  detiknya. Semua  sumber  informasi  selalu  memiliki  pesan  yang  berguna  dalam  hidup. Ketika  saya  mengolahnya  menjadi  sebuah  fakta  yang  sinergi  dalam  karir  musik saya maka sebuah pendidikan sudah saya terima saat itu juga.  Never stop learning for anything!   

 

Rasa  ‘lapar’  saya  terhadap  Ilmu  Musik,  membuat  takdir  membawa  saya sampai  di  salah  satu  sekolah  bergengsi  di  dunia;  Berklee  College  of  Music, Boston  MA.    Pada  saat  itu  fasilitas  pendidikan  di  negara  Indonesia  belum lah sepenuhnya  tersedia,  dalam  hal  ini  pendidikan  dalam  berbagai  jurusan  ilmu seni.   Ketika  saya  mendapatkan  kesempatan  untuk  menimba  ilmu  musik  di Amerika Serikat tersebut, saya langsung ambil tanpa pikir dua kali.  Dan kini saya sangat bersyukur sekali kepada Tuhan atas kesempatan tersebut.  

 

Indonesia memiliki banyak sekali orang yang berbakat dalam seni musik. Dan  tidak  sedikit  dari  mereka  yang  memiliki  bakat  bermusik  tinggi  tanpa mengenyam  masa  pendidikan  musik  formal  sebelumnya.  Penting  atau  tidaknya pendidikan  formal  dalam  seni  musik,  itu  semua  bergantung  dari  3  faktor; keuangan, dukungan keluarga dan kemauan diri.    

 

Saya sangat menganjurkan pendidikan formal kepada siapapun juga. Dan bila  3  faktor  itu  sudah  terpenuhi,  Saya  tidak  melihat  alasan  apapun  untuk  tidak belajar  secara  formal.  Sekolah  memiliki  sistem  pendidikan  yang  kuat,  hal  itulah yang membuat saya menjadi lebih disiplin dalam belajar.   

 

Saat ini banyak bermunculan sekolah-sekolah untuk menjadi seorang DJ. Padahal menurut saya, DJ itu tidak memerlukan sekolah sama sekali. DJ itu tak lain hanya lah seorang operator musik di sebuah club dan bertugas memainkan lagu demi lagu sepanjang malam tanpa jeda apapun.   

 

Bagaikan  belajar  naik  sepeda,  sekali  Anda  bisa  mengendarai  sepeda, maka seumur hidup Anda tidak akan pernah lupa caranya. Itulah Disc Jockey!   

 

Harapan  Saya  saat  ini  semoga  di  Indonesia,  terutama  di  Jakarta  akan tumbuh  pesat  fasilitas  pendidikan  musik  yang  memiliki  kurikulum  internasional dan bergelar tinggi, seperti: Juliard, Berklee dll. 

 

Untuk  LC  Friends  yang  mau  sekolah  musik,  silahkan  dipikirkan lebih  matang.  Apakah buat  hobi semata atau untuk karir profesional? Jika hanya sekedar hobi, kursus musik pun  sudah  cukup.  Bagi  yang  ingin  profesional  dalam  bermusik,  silahkan  ambil kursus musik juga dan selesaikan kursus musik anda dengan baik. Kemudian, bila cari kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi.  Sekarang, Saya tantang Anda untuk menjadi yang terbaik dalam bermusik!   

 

 

 

 

 

Penulis adalah Edward Fernandez atau lebih dikenal dengan nama Andezzz (@edwardandez), seorang Produser, Musisi, Arranger, Film Scorer dan juga DJ. Pada tahun 2003, ia meraih pendidikan musiknya di International College of Music [Kuala Lumpur-Malaysia] Diploma of Music Performance dan penerima beasiswa dari Berklee College of Music [Boston-USA] Bachelor of Music / jazz Composition.