Bertahun-tahun lalu sebelum rock and roll eksis di Inggris dan gaya berpakaian para musisi Britania Raya ditiru habis-habisan oleh anak muda di seluruh dunia, generasi muda hanya jadi pengekor gaya berbusana orangtuanya. Apa yang dikenakan orangtua mereka, maka itu juga yang akan dikenakan anak-anaknya. Hanya saja dalam versi yang lebih kecil. Dalam perkembangan fashion di kalangan anak muda, tahun 1960-an adalah titik balik tersendiri. Munculnya The Beatles tidak hanya memberi perubahan besar di dunia musik tetapi juga dalam fashion.

Band rock and roll yang digawangi John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr ini tidak hanya digandrungi dari segi musikalitasnya. Gaya berbusana The Beatles yang terkesan preppy dengan setelan rapi-nya menjadi tren baru di kalangan anak muda.

Belum habis fenomena The Beatles, The Rolling Stones hadir membawa warna lain di dunia musik dan fashion. Gaya berpakaian band bentukan Mick Jagger ini mencampurkan sisi maskulin, feminin dan rock and roll hingga menghasilkan gaya Rock Androginy. Padupadan skinny leather pants, kaus ketat dan scarf dengan cepat menjadi signature Rock Androginy style milik The Rolling Stones.

Kejayaan Britpop pun ditandai dengan booming-nya dua raksasa Britpop yaitu BLUR dan OASIS di era 1990-an. Keduanya tidak hanya mengembalikan Britpop ke puncak popularitas tetapi juga menyebarkan kembali virus Mods dan British Style ke seluruh dunia. Kombinasi parka dan stripes T-shirt seperti yang sering dikenakan Graham Coxon atau kemeja dipadukan bersama long coat, jaket denim, blazer dan juga boxy jacket oleh Noel Gallagher terasa cukup kuat untuk mewakili British Style.

Selain nama-nama grup band Inggris tadi, Ian Curtis dengan gayanya yang terkesan formal, David Bowie dengan dandanan Glam Rock yang khas dan Pete Doherty dengan gaya rebel turut menjadi inspirasi dan warisan tersendiri bagi perkembangan dunia fashion, khususnya di kalangan anak muda.

So, which fashion style from those British bands fits on you?